Artikel


Refleksi Rabu Abu “Menemukan Diri di Tengah Debu Dunia”


Ada kalanya hidup terasa berat.
Kita berusaha terlihat kuat, selalu tersenyum, padahal hati sedang berantakan.
Kita berkata semuanya baik-baik saja,
padahal di dalam diri ada bagian yang hilang bagian yang haus akan Tuhan.
Rabu Abu mengingatkan kita untuk berhenti sejenak.
Menurunkan ego, menenangkan langkah, dan menengok ke dalam hati.

Abu di dahi bukan sekadar tanda, tetapi pengingat bahwa kita ini rapuh namun selalu dikasihi Tuhan tanpa syarat.
Sebagai pemuda, kita sering sibuk mengejar dunia, sampai lupa mengejar Tuhan.
Tapi hari ini, Tuhan memanggil pelan:

“Kembalilah kepada-Ku.”

Rabu Abu adalah kesempatan untuk pulang. Untuk membiarkan Tuhan memulihkan yang retak,
dan menghidupkan kembali iman yang sempat redup.
Kadang kita merasa terlalu jauh untuk kembali, terlalu kotor untuk diampuni, atau terlalu rusak untuk diperbaiki.
Namun kasih Tuhan selalu lebih besar dari rasa bersalah kita. Ia menunggu, bukan untuk menghakimi, tetapi untuk memeluk.

Mari gunakan masa Prapaskah ini untuk belajar diam, merenungkan kasih Tuhan, dan memperbarui hati yang mulai Lelah.
Sebab pertobatan sejati bukan hanya tentang meninggalkan dosa, tetapi juga tentang menemukan kembali kasih yang membuat hidup berarti.

Peringatan Rabu Abu
18 Februari 2026


sumber : Admin NGKPS Maranatha 2026
  Follow Us
  Contact Us

Jl. B. Sedap Malam III No.15, Sempakata, Kec. Medan Selayang, Kota Medan, Sumatera Utara 20131